
BATAM – Pemerintah Kota Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mematangkan langkah menuju tata kelola pemerintahan dalam hal keuangan daerah yang berbasis digital secara penuh. Pada Rabu, 6 Mei 2026, Bapenda Kota Batam menghadiri sesi sosialisasi daring via Zoom terkait pelaksanaan program KATALIS (Kapasitas dan Literasi Sinergi) II. Program strategis yang mengusung kolaborasi antara Satgas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) dengan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi digital serta kapasitas teknis Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pemerintah daerah.
Langkah ini sejatinya merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang. Jika menengok ke belakang, program KATALIS P2DD ini pertama kali diluncurkan pada gelaran FEKDI X IFSE tanggal 31 Oktober 2025 lalu. Estafet program kemudian berlanjut melalui rangkaian talkshow pre-event di wilayah barat dan timur pada Februari 2026, yang disusul dengan agenda Inisiasi KATALIS P2DD pada 4 Maret 2026. Kini, lewat KATALIS II yang dijadwalkan berlangsung dari 2 Mei hingga 4 Juni 2026, fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN) di daerah.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan pentingnya peran Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), khususnya di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Setiap TP2DD mengirimkan satu orang perwakilan untuk menjadi motor penggerak digitalisasi. Keterlibatan aktif ini dirancang agar setiap wilayah memiliki jangkar transformasi yang mampu mengadopsi sekaligus mengimplementasikan berbagai inovasi teknologi yang berkembang saat ini demi pelayanan publik yang lebih responsif dan transparan.
Metode pembelajaran yang diterapkan dalam KATALIS II ini memadukan dua model sesi, yaitu synchronous (webinar) dan asynchronous (belajar mandiri melalui Learning Management System atau LMS). Untuk sesi webinar, para peserta diwajibkan mengikuti materi Smart Revenue System (Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan) yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026, serta materi Digitalisasi Layanan Publik (Percepatan Layanan Publik, Ekonomi Digital, dan Ekspor Jasa Digital) pada 26 Mei 2026. Selain topik wajib, ada pula materi opsional yang tak kalah menarik seperti sesi soft skill (Project Management) dan startup sharing session guna memperluas cakrawala berpikir para ASN dalam lingkup inovasi digital.
Pada model asynchronous, materi pembelajaran dibagi ke dalam tiga kluster besar yang sangat relevan dengan kebutuhan backend dan tata kelola data modern. Kluster pertama membahas Perancangan Layanan Publik Digital dengan dasar UX Design dan Kecerdasan Buatan (AI). Kluster kedua berfokus pada Pemanfaatan Data & AI melalui Data Science, Prompt Engineering, hingga Machine Learning. Sementara kluster ketiga mendalami Pengembangan Solusi Digital & Integrasi Layanan Publik dengan materi pemrograman Python, Back-End Pemula Python, serta Dasar Google Cloud.
Untuk memastikan ilmu yang didapat tidak berakhir di satu orang, Satgas P2DD menerapkan sistem penilaian performa peserta terbaik yang cukup ketat. Komponen penilaiannya terdiri dari akumulasi nilai tes (bobot 50%), tingkat kehadiran di sesi online wajib dan opsional, serta kewajiban melakukan knowledge sharing (berbagi pengetahuan) ke rekan sesama ASN lainnya yang dibuktikan dengan dokumentasi serta laporan singkat (bobot 20%). Dari sana, akan dipilih peserta terbaik dari perwakilan 5 regional di Indonesia.
.
