
BATAM – Dalam upaya memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Sinergi Pemungutan Opsen Pajak dan Penerimaan Pajak Daerah Kota Batam. Acara yang berlangsung di Harris Hotel Batam Center pada Sabtu, 23 Mei 2026 ini, dihadiri oleh 120 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi, termasuk perwakilan Bapenda Kota Batam, Bapenda Provinsi, Ditlantas Polda Kepri, Jasa Raharja, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam. Sinergi ini dinilai krusial mengingat implementasi kebijakan opsen menuntut kerja sama operasional yang solid antar-instansi agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Acara diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan langsung oleh Sekretaris Bapenda Kota Batam, Ulik Mulyawan, SE. MM. Dalam penyampaiannya, beliau melaporkan mengenai maksud, tujuan, serta kesiapan teknis pelaksanaan bimbingan teknis, terutama dalam mematangkan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi skema bagi hasil yang baru melalui optimalisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Setelah laporan pertanggungjawaban program tersebut selesai dibacakan, Sekretaris Daerah Kota Batam, H. Firmansyah, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka acara sekaligus memberikan sambutan. Pembukaan ini ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber serta pemasangan kartu tanda peserta Bimtek secara simbolis kepada lima perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Firmansyah, S.Sos., M.Si mengingatkan seluruh aparatur mengenai tantangan krusial ke depan, khususnya terkait pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Beliau menginstruksikan agar implementasi kebijakan opsen ini tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif baru, melainkan menjadi momentum untuk mematangkan integrasi data dan koordinasi di lapangan antara Pemko Batam, Pemerintah Provinsi, Kepolisian, dan Jasa Raharja. Sekda menegaskan bahwa kesuksesan skema split payment sangat bergantung pada kecepatan pelayanan, karena pendapatan daerah ini nantinya akan langsung mengalir ke kas daerah untuk membiayai program-program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan warga Kota Batam.
Memasuki sesi inti yang dipandu oleh Moderator Tongam Reigianto Hutagaol, S.STP., M.Si. selaku Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Batam, para peserta menerima pemaparan materi pertama dari Kepala Bagian Organisasi Kota Surabaya, Noer Oemarijati, S.Sos., M.Si.. Beliau membagikan best practice mengenai transformasi pelayanan publik di Kota Surabaya yang berhasil mendorong efisiensi birokrasi. Surabaya membuktikan bahwa keberhasilan peningkatan pelayanan sangat dipengaruhi oleh digitalisasi layanan yang terintegrasi dan perubahan mindset ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program kemudahan layanan.
Masih sebelum jeda siang, sesi dilanjutkan oleh Damas Dwi Anggoro, S.AB., M.A., Tenaga Ahli SmartID dari Kota Malang, yang mengupas tuntas mekanisme pemungutan opsen pajak daerah. Damas memaparkan bahwa kebijakan opsen bukanlah instrumen untuk menaikkan tarif pajak yang membebani masyarakat, melainkan sistem pembagian otomatis (split payment). Melalui skema ini, Kota Batam bisa langsung menerima porsi pendapatan pajak dari wajib pajak yang berdomisili di Batam, sehingga memberikan kepastian likuiditas kas daerah karena menghapus risiko pengendapan dana di tingkat provinsi.
Setelah seluruh pemaparan materi rampung, acara diistirahatkan sejenak untuk ISHOMA. Memasuki agenda setelah makan siang, suasana Bimtek berubah menjadi lebih interaktif dan kompetitif saat sesi kuis. Kuis ini dirancang untuk menguji pemahaman para peserta, di mana seluruh materi pertanyaan digali secara spesifik dari paparan narasumber pertama, Noer Oemarijati, mengenai strategi pelayanan publik. Seluruh peserta tampak antusias saling mengejar poin tertinggi, di mana penentuan pemenang dinilai secara otomatis berdasarkan kombinasi kecepatan dan ketepatan mereka dalam menjawab setiap pertanyaan yang muncul di layar. Berdasarkan hasil akumulasi penilaian kuis digital tersebut, terpilihlah 3 (tiga) orang peserta terbaik. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Sekretaris Badan (Sekban) Bapenda Kota Batam, Ulik Mulyawan, SE. MM, menyerahkan secara langsung piagam penghargaan kepada ketiga peserta terbaik di penghujung acara.





























